Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa yang Kuliah di Luar Negeri

Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa yang Kuliah di Luar Negeri

Tips Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa yang Kuliah di Luar Negeri

Saat ini kuliah di luar negeri bukanlah hal yang sulit diwujudkan. Ada banyak program beasiswa yang bisa diikuti dengan persyaratan yang tidak rumit. Namun faktanya, belajar di negeri orang tidaklah senyaman yang dikira. Ada banyak permasalahan yang akan muncul, salah satunya terkait finansial.

Untuk masalah keuangan, mahasiswa luar negeri banyak yang melakukan pekerjaan part time. Mereka harus pintar membagi waktu untuk belajar, bersosialisasi, serta bekerja. Penghematan memang harus dilakukan karena mereka jauh dari keluarga dan mesti hidup mandiri.

Tips Mudah Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa Luar Negeri

Apa hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin kuliah di luar negeri? Mengobservasi kampus yang dituju menjadi langkah awal yang mesti dilakukan. Tidak hanya mengetahui tentang kondisi iklim dan kebudayaannya saja. Biaya hidup juga harus diperhatikan.

Jika Anda berencana kuliah di Inggris, tentu biaya hidup yang harus dikeluarkan tidak sama dengan kampus di China atau bahkan India. Jadi, besar kecilnya pengeluaran juga bergantung dengan kampus yang dituju. Meski begitu, sebagai perantau Anda tetaplah harus pandai mengelola keuangan.

Dana yang mahasiswa luar negeri keluarkan bukan hanya dipakai untuk makan saja, tetapi juga untuk biaya pendidikan. Misalnya untuk penelitian, presentasi, dan lain sebagainya. Agar Anda tidak kesulitan mengatur keuangan selama belajar di luar negeri, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dengan mudah diterapkan:

1. Melakukan Pencatatan Secara Rutin

Kebanyakan mahasiswa luar negeri selalu mengalami masalah finansial. Penyebab utamanya karena pengeluaran yang berlebihan. Jadi di akhir bulan, dana yang dimiliki sangat kecil. Akibatnya kondisi keuangan menjadi tidak sehat dan mereka gampang stres.

Ada cara mudah untuk mencapai finansial yang aman dan sehat. Tak perlu menambah penghasilan, yang harus Anda lakukan adalah rajin membuat catatan. Saat ini banyak aplikasi keuangan yang bisa digunakan untuk mencatat pengeluaran sehari-hari.

Dengan melakukan pencatatan secara rutin, Anda bisa mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan selama sebulan. Selain itu, penghematan juga dapat dilakukan dengan menekan pengeluaran yang tidak penting.

Sebagai mahasiswa, nantinya tentu Anda juga butuh refreshing. Entah itu dengan belanja barang yang disukai atau bahkan berlibur. Dengan melakukan pencatatan, Anda dapat mengatur besarnya dana yang harus disisihkan. Jadi, Anda bisa mengetahui berapa lama keinginan tersebut dapat tercapai.

2. Menentukan Budget Bulanan

Jangan sampai pengeluaran bulanan melebihi budget yang Anda miliki. Apabila Anda mempunyai pemasukan setiap bulannya, sebaiknya segera lakukan perhitungan tentang berapa banyak uang yang boleh dihabiskan selama satu bulan.

Sisihkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan rutin dan penting. Sisihkan juga untuk dana darurat. Selanjutnya bagi sisa dana menjadi budget bulanan. Dengan perhitungan ini, Anda bisa tahu berapa jumlah uang yang boleh dihabiskan per minggunya.

Apabila Anda bekerja secara part time, sebaiknya sisihkan upah tersebut ke rekening tabungan. Bagaimanapun juga, Anda hidup jauh dari keluarga. Jadi, kalau ada keperluan mendesak yang memerlukan dana besar, Anda tak perlu bingung karena ada dana simpanan yang dapat dipergunakan.

3. Memiliki Beberapa Rekening Tabungan

Cara ini menjadi salah satu tips ampuh agar Anda bisa menabung setiap bulannya dengan rutin. Pisahkan rekening untuk belanja dan tabungan. Jadi, uang tabungan yang Anda miliki bisa tetap aman dan tak terpotong belanja bulanan.

Sebaiknya Anda tak perlu menetapkan besarnya dana yang mesti ditabung per bulan nya. Bagaimanapun juga, kebutuhan mendesak tidak bisa diperkirakan. Jadi, gunakan dulu uang Anda untuk memenuhi kebutuhan sebagai mahasiswa. Setelah itu, sisanya baru ditabung.

4. Memakai Paket Internet dengan Bijak

Banyak mahasiswa yang mengalami over budget karena pemakaian internet yang tidak wajar. Memang saat ini ada beberapa tempat yang menyediakan akses WiFi gratis. Namun untuk kasus tertentu, tetap saja Anda harus memakai paket internet secara mandiri. 

Ada beragam pilihan paket internet yang ditawarkan oleh provider. Sebaiknya pilih yang berani memberikan harga rendah dengan jumlah kuota besar. Selain itu, Anda juga harus menggunakannya secara wajar dan jangan berlebihan. 

Supaya pemakaian internet lebih hemat, Anda bisa menggunakan sambungan WiFi ketika berada di kampus. Atau jika asrama tempat tinggal Anda menyediakan fasilitas ini, gunakan sewaktu-waktu. Tapi ingat, akses WiFi umum tidaklah aman. Sebaiknya jangan digunakan untuk transaksi yang bersifat pribadi.

5. Jangan Anggap Remeh Uang Receh

Walaupun nilainya tak seberapa, namun uang receh bisa sangat berguna di suatu hari. Jumlahnya bisa sangat besar jika Anda kumpulkan terus. Jadi, jangan sekali-kali menggampangkan uang receh dan tidak menyimpannya. Uang 99.000 tidak akan menjadi 100.000 jika tidak ada uang 1.000 bukan?

Kebiasaan mengumpulkan uang receh bisa menjadi langkah efektif agar terbebas dari kondisi finansial yang tak sehat. Cara ini juga bisa mengajarkan Anda agar bisa menghargai benda yang terkesan remeh, namun sebenarnya mempunyai nilai yang besar.

6. Berlibur dengan Hemat

Liburan menjadi salah satu momen yang ditunggu bagi mahasiswa luar negeri. Selain dimanfaatkan untuk pulang ke tanah air, banyak juga yang memutuskan berlibur. Tujuannya tentu melepaskan penat usai sibuk dengan tugas kampus.

Walaupun kondisi keuangan pas-pasan, Anda bisa tetap berlibur dengan aman. Tentunya ini tak lepas dari perencanaan keuangan yang sudah dibuat sebelumnya. Jadi dana yang dipakai untuk liburan, tidak akan mengurangi budget untuk belanja kebutuhan bulanan.

Liburan yang menyenangkan tidak harus mahal. Misalnya saja dengan mengunjungi pantai yang dekat dengan kampus. Budget yang dihabiskan tidak terlalu besar karena hemat transport. Untuk penginapan, pilih yang nyaman dan tak perlu mewah. Nah, yang terpenting Anda bisa bersantai sejenak dari rutinitas kampus.

7. Pisahkan antara Keinginan dan Kebutuhan

Tak dipungkiri banyak mahasiswa yang akhirnya terpaksa berhutang atau malah menjual barang berharganya hanya karena gengsi. Kehidupan sosial di kampus memang sangat beragam. Jika Anda tidak bisa memegang prinsip untuk berhemat, kondisi keuangan bisa saja terganggu.

Gadget menjadi salah satu barang yang mampu mencerminkan status sosial si pemakai. Tapi hal ini justru akan memancing masalah di kemudian hari. Apabila kondisi keuangan Anda tidak besar, terlalu sering mengganti gadget dengan versi terbaru tentu bukanlah hal yang bijak.

Oleh sebab itulah, bedakan antara kebutuhan serta keinginan. Buatlah daftar kebutuhan apa saja yang sifatnya penting dan harus segera dipenuhi. Baru setelah itu jika ada sisa dana, bisa dipakai untuk merealisasikan keinginan Anda.

8. Investasi

Bukan hal yang mustahil bagi mahasiswa luar negeri untuk melakukan investasi. Ada beragam produk yang bisa dipilih, mulai dari reksa dana, deposito, dan saham. Modal yang dibutuhkan juga bervariatif. Bila finansial Anda cukup stabil dan mempunyai dana lebih, investasi menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Dengan menerapkan beberapa tips di atas, diharapkan bisa mempermudah para mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus di luar negeri. Apalagi tinggal jauh dari orang tua, kondisi keuangan harus terus stabil agar semua berjalan lancar.

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *