Pemahaman Wall Street yang ada di Amerika Serikat.

Wall Street sering dianggap sebagai simbol sekaligus pusat geografis kapitalisme Amerika. Secara simbolis, Wall Street mengacu pada semua bank, dana lindung nilai, dan pedagang sekuritas yang menggerakkan pasar saham dan seluruh sistem keuangan Amerika. Secara geografis, Wall Street merupakan pusat Distrik Keuangan Manhattan. Membentang dari timur/barat sejauh delapan blok dari Broadway ke South Street.

Ungkapan, “Wall Street,” terkadang dianggap mewakili bank investasi, pedagang sekuritas, dana lindung nilai, dan manajer portofolio. Ini mengacu pada orang-orang dan tempat-tempat yang mengatur dunia keuangan.

Sejarah Awal Wall Street

Wall Street mendapatkan namanya dari tembok fisik literal yang dibangun di New York ketika kota itu masih menjadi koloni Belanda. Gubernur Peter Stuyvesant menyerukan agar tembok setinggi 10 kaki dibangun, melindungi bagian bawah semenanjung dari penduduk asli Amerika.

Belakangan, jalan tersebut dikenal sebagai pasar tempat para pedagang dan pembeli bertemu untuk berbisnis. Pada tahun 1792, para pedagang dan pembeli meresmikan peraturan untuk mengesahkan dan melegitimasi bisnis mereka, yang akhirnya mengarah pada pembentukan NYSE.

Bagaimana Wall Street Bekerja?

Wall Street mencakup pasar saham, pasar obligasi, pasar komoditas, pasar berjangka, dan pasar valuta asing. Tujuan awal pasar sekuritas adalah untuk mengumpulkan dana bagi perusahaan agar dapat tumbuh, memperoleh keuntungan, dan menciptakan lapangan kerja. Perdagangan sekuritas telah menjadi sangat menguntungkan sehingga perdagangan dilakukan untuk apa saja yang dapat Anda pikirkan, dan banyak hal yang tidak pernah dapat Anda bayangkan.

Apa yang mengubah Wall Street? Salah satu penyebabnya adalah penghapusan Undang-Undang Glass-Steagall pada tahun 1999. Hal ini memungkinkan bank mana pun menggunakan tabungan deposan untuk berinvestasi pada surat berharga rumit yang disebut “derivatif”. Mereka mendasarkan nilainya pada berbagai jenis pinjaman, termasuk utang kartu kredit, obligasi korporasi, dan hipotek.

Keruntuhan Pasar Perumahan

Keruntuhan pasar kedua yang paling signifikan – dan terkini – terjadi pada tahun 2008. Keruntuhan pasar perumahan merupakan akibat dari jatuhnya ratusan miliar dolar sekuritas berbasis hipotek, yang sebagian besar diperdagangkan sebagai credit default swaps. Ketika hipotek yang mendasarinya mengalami gagal bayar, gagal bayar tersebut menumpuk hingga pemberi pinjaman besar kehabisan pembiayaan dan mulai mengalami kebangkrutan.

Responsnya cepat dan menghancurkan: para pedagang, pemberi pinjaman, dan pialang Wall Street panik. Pasar di seluruh dunia mulai anjlok dan bank-bank berhenti memberikan pinjaman satu sama lain untuk mengatasi kekurangan tersebut. Akhirnya banyak bank yang menyatakan bangkrut. Secara historis, ini merupakan depresi ekonomi terbesar sejak tahun 1929. Baru setelah penerapan Program Bantuan Aset Bermasalah (TARP) dan Paket Stimulus Ekonomi pada tahun 2009, kiblat keuangan kembali bangkit. Pinjaman federal yang besar dan kuat memberikan dana talangan kepada banyak lembaga keuangan terkemuka di Wall Street.

Meskipun awalnya sederhana dan banyak pasang surut sepanjang sejarah, Wall Street tetap dianggap sebagai pusat uang, kapitalisme, dan keuangan dunia.