Minyak sawit merah

Minyak Sawit Merah: Manfaat untuk kesehatan anda

Minyak sawit merah dihasilkan dari tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang berasal dari Afrika Barat, namun kini banyak ditanam di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara tropis lainnya. Sebelum diolah, minyak sawit memiliki warna merah tua karena kandungan beta karoten, pigmen merah jingga yang memberi warna istimewa pada wortel.

Versi minyak sawit yang lebih populer adalah minyak sawit olahan, pemutihan, dan penghilang bau (RBD), yang banyak dijual di supermarket. Minyak sawit versi populer ini tidak berasa, tidak berbau, dan berwarna kuning muda. Versi ini telah digunakan di hampir semua produk makanan yang dijual di supermarket, menjadikannya minyak nabati paling serbaguna di dunia.

Manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dari minyak sawit merah:

Meningkatkan kesehatan jantung

Minyak sawit merah dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung. Para peneliti menemukan bahwa efek antioksidan dari vitamin E dan karotenoid minyak sawit merah membantu mencegah aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

Meningkatkan kesehatan otak

Selain kesehatan jantung, minyak sawit merah juga memberikan manfaat kesehatan bagi otak. Vitamin E-nya dapat mengurangi atau menghentikan perkembangan demensia dan penyakit Alzheimer akibat lesi otak. Pasalnya, vitamin E pada minyak sawit merah melindungi otak dari radikal bebas yang dapat merusak neuron.

Meningkatkan kesehatan mata

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak minyak sawit merah dalam makanan dapat membantu menyerap vitamin A dan vitamin larut lemak lainnya dengan lebih efektif. Jika Anda menderita fibrosis kistik atau kondisi lain yang menyebabkan kesulitan menyerap lemak, menambahkan minyak sawit merah ke dalam makanan Anda dapat meningkatkan kandungan vitamin A secara signifikan. Vitamin A juga baik untuk kesehatan mata, dan mengurangi risiko masalah mata.

Peluncuran pabrik di Indonesia

Minyak sawit merah

Presiden RI Joko Widodo, meresmikan pabrik minyak nabati merah yang berlokasi di Regional 1 PTPN I (sebelum merger merupakan wilayah kerja PTPN II), Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (14 /03/2024). Pabrik tersebut merupakan hasil inovasi yang dirancang dan dibangun oleh salah satu anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara dan unit usaha Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. , dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, pembukaan pabrik ini juga merupakan bagian dari upaya hilirisasi, yakni proses peningkatan nilai tambah komoditas melalui pengolahan menjadi produk jadi. “Jangan jual TBS, jangan jual CPO, kalau bisa jadi barang jadi seperti ini. Ini sangat bagus,” katanya. Indonesia, sebagai negara dengan luas perkebunan kelapa sawit sebesar 15,3 juta hektar, yang 40,5 persen diantaranya dimiliki oleh petani kecil, terus berupaya meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri.

Kandungan fitonutrien, komposisi asam lemak, dan vitamin E menjadikan minyak goreng merah sebagai produk fungsional yang strategis. Selain sebagai salah satu upaya penanggulangan stunting, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik yang dapat mencegah penuaan dini, dan bahan farmasi untuk mencegah penyakit degeneratif.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *